FILSAFAT SENI

Goldballt, David – Aesthetics_a Reader in Philosopy Of The Arts

 

Against Imitation

Plato

Dikutip dari 'The Republic' dalam The Dialogues of Plato, Volume 1, Benjamin Jowett,

trans., Random House, Inc. (1937), hlm. 852–857

 

Pada pembahasan sub bab ini berisi mengenai tentang  imitasi antara suatu objek seni, yang dimana ada penolakan tentang imitasi terhadap suatu karya seni yang dimana tidak menunjukan sifat sejati dari manusia yang hanya terpaku kepada suatu objek yang sudah ada  sudah ada dan tidak mengekspresikan emosi,ide, dan hal-hal yang sejatinya dimiliki oleh manusiaTerhadap penolakan puisi tiruan, yang tentu saja tidak seharusnya diterima; seperti yang saya lihat jauh lebih jelas sekarang bahwa bagian-bagian dari jiwa telah dibedakan.”,  Berbicara dengan percaya diri, karena saya tidak ingin kata-kata saya diulangi kepada para tragedy dan suku peniru lainnya—tetapi saya tidak keberatan mengatakan kepada Anda, bahwa semuanya puitis imitasi merusak pemahaman pendengar, dan bahwa pengetahuan mereka sifat sejati adalah satu-satunya penangkal bagi mereka.“ . Dalam pembahasan sub bab ini juga membahas apakah mampu manusia  menciptakan yang asli atau bahkan kita tidak lebih hanya peniru dari apa yang sudah tersedia di alam yang di ciptakan oleh tuhan. “Sekarang, apakah Anda mengira bahwa jika seseorang mampu membuat yang asli dan juga gambarnya, dia akan dengan serius mengabdikan dirinya pada cabang pembuatan gambar itu? Akankah dia membiarkan imitasi menjadi prinsip yang mengatur hidupnya, seolah-olah dia tidak memiliki sesuatu yang lebih tinggi dalam dirinya? Saya harus mengatakan tidak.” “Seniman sejati, yang tahu apa yang dia tiru, akan tertarik pada kenyataan dan bukan pada tiruan; dan ingin pergi sebagai kenangan akan dirinya bekerja banyak dan adil; dan, alih-alih menjadi penulis encomium, dia lebih suka menjadi tema encomium.”

Dari yang saya  baca dari sub bab pembahasan Against Imitation yang terdapat pada buku  Goldblatt, David – Aesthetics  ini, ialah pembahasan tentang penolakan pada imitasi yang tidak seharusnya dilakukan karena tidak mengeluarkan sifat sejati manusia yang mempunyai emosi,akal,pikiran yang daoat dikeluarkan sehingga muncul ide baru. Tapi  ada pembahasan juga tentang bagaimana manusia mampu menciptakan yang asli? atau kah selama ini  kita hanya meniru dari hasil karya yang sudah dibuat oleh tuhan contoh seperti batu,pohon,air  bagaimana kita menciptakan tempat tinggal yang di sebut rumah yang bahkan sudah tersedia di alam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini